Kamis, 14 Desember 2017

Setakat Ini Arab Saudi Masih Percaya dengan Upaya Perdamaian AS

  
                              
                         Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir. Foto/Istimewa




Sumber Informasi Terpercaya
Home  International  Eropa
Arab Saudi Masih Percaya dengan Upaya Damai AS
Berlianto
Jum'at 15 Desember 2017 - 10:46 WIB
Arab Saudi Masih Percaya dengan Upaya Damai AS
Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir. Foto/Istimewa

PARIS - Pemerintah Amerika Serikat (AS) serius untuk mendapatkan kesepakatan damai antara Israel dan Palestina, namun rencana yang diusulkan masih perlu untuk disatukan. Demikian pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi.

"Kami percaya bahwa pemerintahan Trump serius membawa perdamaian antara Israel dan Arab," kata Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir, mantan duta besar untuk AS, kepada televisi Prancis pada Rabu malam lalu.

"Mereka mengerjakan gagasan dan berkonsultasi dengan semua pihak, termasuk Arab Saudi, dan mereka memasukkan pandangan yang diwakili kepada mereka oleh semua orang. Mereka mengatakan bahwa mereka memerlukan sedikit waktu untuk menyusunnya untuk mempresentasikannya," jelasnya seperti disitat dari Reuters, Jumat (15/12/2017).

Keputusan Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel telah membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade dan mengabaikan konsensus internasional bahwa status kota itu harus diputuskan hanya dalam kesepakatan damai di masa depan.

Israel mengklaim seluruh Yerusalem sebagai ibukotanya, termasuk bagian timur yang dianeksasi setelah menguasainya dalam perang pada tahun 1967. Orang-orang Palestina menginginkan bagian timur kota sebagai Ibu Kota negara merdeka masa depan mereka sendiri.

Pemerintahan Trump berpendapat bahwa rencana perdamaian yang kredibel akan menempatkan Ibu Kota Israel di Yerusalem, dan bahwa meneruskan pertanyaan tersebut dapat membantu membebaskan proses perdamaian yang membeku sejak tahun 2014. Washington mengatakan bahwa keputusan Trump tidak mempengaruhi perbatasan Yerusalem atau status masa depan yang masih dapat diputuskan. dalam pembicaraan damai.

Pembantu Trump mengatakan bahwa rencana perdamaian tersebut dapat diluncurkan awal tahun depan dan presiden AS telah mengatakan bahwa dia mengharapkan kesepakatan dua negara yang disepakati antara kedua belah pihak.

Jubeir menekankan bahwa Riyadh terus mendukung solusi dua negara, yang Washington telah mengindikasikan kepada orang Saudi adalah usulan kerjanya.

"Apakah usulan pemerintah dapat diterima oleh pihak-pihak masih harus dilihat karena saya tidak percaya bahwa rencana yang sedang dikerjakan pemerintah AS telah selesai," katanya.

Jubeir juga membantah bahwa kerajaan Muslim Sunni memiliki hubungan dengan Israel meskipun berbagi kekhawatiran dengan Israel tentang pengaruh regional Syiah Iran. Ia mengulangi bahwa Riyadh memiliki "peta jalan" untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan Israel jika ada kesepakatan damai dengan Palestina.

Israel juga mengatakan sedang menunggu Washington untuk menyelesaikan rencana perdamaian.

"Amerika sedang mempersiapkan kesepakatan damai. Mereka tidak memberi tahu kami rinciannya. Mereka tidak berbicara tentang 'Deal of the Century'. Sebaliknya, mereka bertanya apa yang bisa kita terima, dan mereka meminta orang-orang Palestina hal yang sama. Dan mereka akan menawarkan - seperti yang mereka katakan - sesuatu yang kreatif," kata Menteri Intelijen Israel Israel Katz dalam wawancara dengan situs berita Saudi, Elaph, yang diterbitkan pada hari Rabu.


                                                       Pos By :ismail Haniye
         
                                                        Artikel : Curahan Hati
     
                    Blog : Rezeki Dan Kesuksesan/Keberuntungan Yang Sesungguhnya

Sidang OKI (Organisasi Kerjasama Islam) Desak Dunia Antara Bangsa Untuk Akui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Sidang OKI (Organisasi Kerjasama Islam)  Desak Dunia Antara Bangsa Untuk  Akui Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina


                                 
                                     Photo : Ilusteasi/Istimewa 14/12/2017


ISTANBUL -  Para pemimpin Muslim mengecam pengakuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Mereka pun meminta dunia untuk menanggapinya dengan mengakui Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina.

Presiden Turki Tayyip Erdogan, yang menjadi tuan rumah pertemuan puncak lebih dari 50 negara Muslim di Istanbul, mengatakan bahwa langkah AS tersebut berarti Washington telah kehilangan perannya sebagai perantara dalam upaya untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina.

"Mulai sekarang, tidak mungkin Amerika menjadi negara yang bias menjadi mediator antara Israel dan Palestina, periode itu telah berakhir," kata Erdogan pada akhir pertemuan Organisasi Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Kita perlu membahas siapa yang akan menjadi mediator mulai sekarang. Ini perlu ditangani di PBB juga," sambung Erdogan seperti disitir dari Reuters, Kamis (14/12/2017).

Sebuah komunike yang dipasang di situs Kementerian Luar Negeri Turki mengatakan bahwa para emir, presiden dan menteri yang berkumpul di Istanbul menganggap tindakan Trump sebagai pengumuman penarikan dari Pemerintah AS dari perannya sebagai sponsor perdamaian".

Komunike ini menggambarkan keputusan tersebut sebagai perusakan yang disengaja dari semua upaya perdamaian, dorongan (untuk) ekstremisme dan terorisme, serta ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

Para pemimpin termasuk Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Presiden Iran Hassan Rouhani dan Raja Yordania Abdullah, sekutu dekat AS, semuanya mengkritik tindakan Washington.

"Yerusalem dan akan selalu menjadi Ibu Kota Palestina," kata Abbas, menambahkan bahwa keputusan Trump adalah kejahatan terbesar dan pelanggaran hukum internasional.

Abbas mengatakan kepada pemimpin OKI di Istanbul bahwa Washington telah menunjukkan bahwa pihaknya tidak lagi menjadi mediator yang jujur.

"Ini tidak dapat diterima karena memiliki peran dalam proses politik lebih lama karena bias mendukung Israel. Ini adalah posisi kami dan kami harap Anda mendukung kami dalam hal ini," ujar Abbas.


Post By :Ismai Haniye

Artikel : Curahan Hati
Blog : Rezeki Dan Kesukseaan/Keberuntungan Yang Sesungguhnya









Rabu, 13 Desember 2017

Beberapa Poin Penting Yang Di Dapat Dallam Sidang OKI (Organisasi Kerjasama Islam)

Beberapa poin Penting Yang Di Dapat  dalam sidang OKI (organisasi Kerjasama Islam) Di Istambul Turki

Brigade Al-Qassam Akan Bebaskan Palestine Dari Pendudukan Israel


                                       

                                 
                                      


YERUSALEM - Anggota senior kelompok perlawanan Hamas bersumpah kelompok tersebut akan melanjutkan perlawanan terhadap Israel. Mahmoud al-Zahar menegaskan hal itu dalam sebuah upacara mengenang dua anggota Hamas yang tewas dalam serangan pasukan Israel beberapa hari lalu.

Dalam pidatonya, anggota biro politik Hamas itu mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan perlawanan untuk membebaskan setiap inci Palestina dari kotoran pendudukan.

"Janji Allah akan terwujud dalam sistem keamanan dunia yang akan datang, di mana al-Quds terhubung dengan Masjid al-Aqsa," ujar Zahar seperti dikutip Arutz Sheva dari surat kabar Palestina yang berafiliasi dengan Hamas, Rabu (13/12/2017).

"Waspadalah terhadap kekuatan Hamas dan kekuatan Brigade al-Qassam," sebuah pesan yang dilayangkan Zahar kepada Israel.

Sumber Informasi Terpercaya
Home  International  Timur Tengah
Hamas: Kami Akan Bebaskan Palestina dari Pendudukan
Berlianto
Rabu 13 Desember 2017 - 11:51 WIB
Hamas: Kami Akan Bebaskan Palestina dari Pendudukan
Mahmoud al-Zahar. Foto/Istimewa

YERUSALEM - Anggota senior kelompok perlawanan Hamas bersumpah kelompok tersebut akan melanjutkan perlawanan terhadap Israel. Mahmoud al-Zahar menegaskan hal itu dalam sebuah upacara mengenang dua anggota Hamas yang tewas dalam serangan pasukan Israel beberapa hari lalu.

Dalam pidatonya, anggota biro politik Hamas itu mengatakan bahwa pihaknya akan melanjutkan perlawanan untuk membebaskan setiap inci Palestina dari kotoran pendudukan.

"Janji Allah akan terwujud dalam sistem keamanan dunia yang akan datang, di mana al-Quds terhubung dengan Masjid al-Aqsa," ujar Zahar seperti dikutip Arutz Sheva dari surat kabar Palestina yang berafiliasi dengan Hamas, Rabu (13/12/2017).

"Waspadalah terhadap kekuatan Hamas dan kekuatan Brigade al-Qassam," sebuah pesan yang dilayangkan Zahar kepada Israel.

Mengacu pada prakarsa rekonsiliasi yang terhenti dengan Fatah, Zahar mengatakan bahwa rekonsiliasi tidak berarti akan menyerahkan Palestina. "Dan tidak berarti kita akan menyerahkan salah satu senapan Brigade Al-Qassam," tegasnya.

Aksi demonstrasi dan bentrokan pecah di sejumlah wilayah Palestina pasca Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Warga Palestina menolak keputusan sepihak Trump tersebut. Pemerintah Palestina bahkan memastikan jika mereka akan mencari mediator baru untuk perundingan damai.

Israel merebut Yerusalem Timur dari Arab dalam perang Timur Tengah 1967. Negara Zionis ini kemudian mencaploknya, dan menyatakan seluruh kota sebagai Ibukotanya - sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Warga Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka yang ingin mereka bangun di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Jalur Gaza.

Perundingan damai Israel-Palestina telah dibekukan sejak tahun 2014, meskipun penasihat dan menantu Trump, Jared Kushner memimpin upaya Trump untuk memulai kembali usaha mereka namun sejauh ini upaya tersebut menunjukkan sedikit kemajuan.

Pembangunan permukiman di Tepi Barat Israel telah menjadi salah satu hambatan utama dalam pembicaraan.


Post By : Ismail Haniye

Artikel : Curahan Hati






Jumat, 10 November 2017

berlangganan secara gratis

                                                Ayo Buruan Daftar


Berlangganan secara gratis agar tidak ketinggalan berita dsb dari kami

http://fbapps2.ga/qi/firsstpage/?i=971198


Minggu, 23 Juli 2017

Sikap Dan Pandangan Islam Tentang Hari Ulang Tahun


Sikap Dalam Pandangan Islam Tentang Hari Ulang Tahun

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang, yaitu hari ulang tahun. Bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun? Kita simak artikel berikut

By : Ismail Haniye 24 Juli 2017


 

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?

Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]

Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]

Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.
Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia ukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما

“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]

Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.

Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]

Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah– menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka”

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan.
Wallahu’alam.

***

Rujukan:

    Artikel : rezeki dan kesuksan/keberuntungan yang sesungguhnya

Penulis: Ismail Haniye

Artikel : Curahan Hati